Menjaga Anak Terutama Pada Saat Anaknya Sedang Demam

Demam
(Sumber:www.asalqq.com) Menjaga Anak Terutama Pada Saat Anaknya Sedang Demam

Kebanyakan para ibu yang memiliki anak dibawah umur 5 tahun, sangat menjaga anaknya, terutama pada saat anaknya sedang demam. Karena kebanyakan anak berumur 5 tahun ke bawah, terjadi demam yang terlalu tinggi, maka bisa menyebabkan si anak mengalami Kejang-Kejang atau Step. Tentunya para ibu sangat takut pada saat anak-anaknya mengalami step, pasalnya kejang-kejang seperti itu bisa merusak kerja otak, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Anak Mengalami Demam Tinggi Bisa mengkibatkan Kejang-Kejang Atau Step

Jika penyakit step tidak ditangani dengan tepat, maka dapat berbahaya namun tidak sampai menyebabkan kematian mendadak karenanya. Ada juga kasus pada anak-anak yang mengalami step, pada saat masih bayi yang kemudian mengalami kekurangan pada motoriknya sehingga susah berjalan atau susah berbicara. Pastinya kejang pada saat demam, memang harus selalu diwaspadai, karena bisa berbahaya bagi anak Anda jika tidak ditangani dengan tepat. Jangan salah mengartikan bahwa anak Anda mengalami epilepsi pada saat sedang kejang-kejang, karena kejang yang diakibatkan oleh epilepsy itu tidak terjadi pada saat anak sedang demam.

Jenis Step ada 2 jenis step atau kejang pada saat demam yang biasa terjadi yaitu:

1.Kejang Demam Sederhana

Kejang yang terjadi pada saat demam dikatakan sederhana, jika kejang tersebut terjadi hanya selama 10 menit dan kemudian sembuh dengan sendirinya tanpa perlu ditangani medis. Pada saat kejang demam sederhana maka seluruh tubuh anak Anda akan terguncang secara merata.

2.Kejang Demam Kompleks

Kejang demam kompleks adalah jenis kejang pada saat demam yang terjadi hingga lebih dari 10 menit dan terus berulang-ulang dalam satu hari itu. Kejang yang akan terjadi pada tubuh anak Anda yang mengalami kejang demam kompleks juga terjadi pada sebagian tubuh saja dan tidak mengenai semua bagian tubuh.

  • Tanda-Tanda Terjadinya Step

Pertama, pada saat anak Anda akan mengalami step atau kejang demam, maka anak akan mengalami demam terlebih dahulu dengan suhu badan yang sangat tinggi dan cenderung terus naik. Kemudian pada saat anak Anda mengalami kejadian demikian, maka sudah sepatutnya Anda curigai dan waspadai, jika anak Anda mengalami kejang karena demamnya terlalu tinggi. Sebaiknya Anda berusaha menurunkan suhu badannya dengan mengompresnya secara berkala agar dia tidak kejang. Untungnya, kebanyakan pengetahuan ibu tentang step di Indonesia sudah lumayan baik, sehingga para ibu selalu waspada di kala anaknya terserang demam tinggi.

Kedua, anak Anda bisa mengalami pingsan secara tiba-tiba yang berlangsung dalam rentang waktu kira-kira 30 detik hingga 5 menit. Tanda yang satu ini hampir secara merata dan selalu dialami oleh anak yang mengalami step.
Tanda step yang ketiga adalah tiba-tiba saja tubuh anak Anda terasa kaku dan otot-ototnya menegang, namun ini hanya terjadi sebentar, yang sekitar 1 atau 2 menit.

Keempat, bola matanya bisa memutar hingga terbalik dan hanya nampak bagian putihnya saja, memang pada saat terjadinya step, ibu atau pengasuhnya jangan panic dan tetap berusaha berada di sisi sang anak, atau segera memanggil ahli medis jika keadaan semakin parah.
Kelima, anak Anda juga akan secara tidak sengaja menggigit lidahnya sendiri dan rahangnya akan mengeras serta tertutup rapat.

Keenam, bisa jadi kemudian anak Anda buang air kecil atau buang air besar tanpa sadar.
Ketujuh, anak Anda bisa mengalami sesak napas dan bahkan pernapasannya bisa tiba-tiba berhenti.
Kedelapan, tanda yang terakhir adalah kulit anak Anda akan mulai berubah menjadi kebiruan.

  • Keadaan Setelah Kejang

Biasanya setelah kejang-kejang demam yang dialami anak Anda berhenti maka dia akan tertidur selama beberapa saat. Ada juga kasus yang terjadi pada anak setelah mengalami kejang demam adalah tiba-tiba dia lupa dengan apa yang sudah terjadi padanya yang kemudian dilanjutkan dengan rasa sakit di kepala. Ada juga yang mengalami keadaan yang bingung namun semua itu tidak terjadi permanen dan merupakan efek yang sementara saja yang terjadi setelah anak Anda mengalami step.

  • Hal Yang Harus Dilakukan Saat Anak Kejang

Pastinya setelah membaca penjelasan tentang tanda kejang demam pada anak, rasanya menakutkan untuk melihat anak Anda mengalami kejang pada saat demam. Sang ibu pasti akan sangat terkejut dan panic sekali, saat anaknya tiba-tiba mengalami step dan pada saat demamnya semakin tinggi. Namun step ini biasanya tidak terjadi terlalu lama maka dari itu dibutuhkan ketenangan dan kecekatan sang ibu terhadap anaknya pada saat anaknya terserang kejang.

Apabila di rumah anak Anda mengalami kejang saat demam, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah saat dia sedang mengalami kejang-kejang. Maka cobalah untuk memiringkan posisi tubuhnya terutama jika dia kejang pada saat dalam posisi tidur, hal ini akan menghindarkan si anak tersedak saat tiba-tiba dia muntah. Kemudian Anda juga harus memperhatikan tempat sang anak berada, jika anak Anda berada di tempat tidur yang tinggi, maka sebaiknya segera pindahkan anak Anda ke tempat yang rendah agar dia tidak terjatuh, pegangi tubuhnya dengan lembut, karena sentuhan ibu tentunya adalah obat yang paling baik.

Kemudian jika dia memakai ikat pinggang, kalung atau juga baju yang sedikit ketat, maka Anda harus mengambil tindakan untuk membuat anak Anda lebih mudah bergerak dan tidak terikat dengan apapun yang melekat di badannya. Karena seperti yang sudah dikatakan bahwa pada saat anak terserang kejang maka dia bisa mengalami gangguan pernapasan, jadi usahakan agar dia bisa bernapas dengan baik, saat sedang kejang. Anda juga jangan membatasi pergerakannya, jangan terlalu khawatir dengan memeluknya erat-erat karena itu sama sekali tidak akan membantunya. Anda harus selalu berada di sisinya jika dia membutuhkan sesuatu.

BACA JUGA :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*