Anak Panti Asuhan Di Palembang Diculik Buat Diajak Maling Di Toko

Panti Asuhan
(Sumber : saranginfo.com) Anak Panti Asuhan Di Palembang Diculik Buat Diajak Maling Di Toko

Kasus penculikan anak panti asuhan Fathurrahman Al Barokah Palembang berinisial MB (10) terungkap. Korban dijadikan umpan bagi pelaku untuk mencuri televisi.

Kanit Reskrim Polsek Sako Palembang, Ipda Yahya Roni mengatakan, penculikan itu diketahui setelah pegawai Toko Mahkota yang menjual barang elektronik membawa korban ke kantor polisi. Sebelumnya, kedua pelaku mengajak korban ke toko tersebut untuk membeli televisi.

 

Kasus Penculikan Anak Panti Asuhan Fathurrahman Al Barokah Palembang Berinisial MB (10) Terungkap

Begitu pegawai toko lengah, kedua pelaku membawa kabur satu unit televisi di depan toko, sedangkan korban ditinggal sendirian. Lantaran korban datang bersama pelaku, pegawai toko menginterogasinya. Tak menemukan titik terang, dia pun digiring ke kantor polisi.

“Modusnya pelaku pura-pura beli TV di sana, biar tidak terlalu dicurigai mereka bawa anak kecil. Setelah barang dapat, korban ditinggal pergi, otomatis korban disangka pelakunya juga,” ungkap Yahya, Selasa (7/11).

Hasil interogasi korban tidak mengenal pelaku. Justru korban sengaja diculik dengan modus mendampingi mengambil game playstation yang akan disumbangkan ke panti.

“Tadinya dua korban diculik, yang satunya ditinggal di jalan. Nah, korban MB ini akhirnya dijadikan umpan untuk mencuri,” kata dia.

“Kedua pelaku sedang kita buru, ciri-cirinya sudah diketahui. Apakah mereka sindikat dalam kejahatan serupa belum tahu,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak panti asuhan Fathurrahman Al Barokah, berinisial MB (10) hilang diduga diculik. Peristiwa itu terjadi saat dua orang tak dikenal mendatangi panti asuhan tempatnya menginap di Jalan Letnan Simanjuntak, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Palembang, Senin (6/11) sore.

Mereka menggunakan modus memberikan tiga perangkat alat game ke panti tersebut. Lalu, korban dan rekannya SY (10) yang kebetulan berada di lokasi diajak ke kediaman pelaku untuk mengambil barang tersebut. Belum jauh dari panti, SY justru diturunkan dari mobil dan MB diculik.

Lalu, SY pulang ke panti untuk mengabarkan kejadian itu. Alhasil, pengurus panti mencoba mencari korban dengan cara menghubungi nomor telponnya, namun tak aktif. Tak ingin posisinya semakin jauh, pengelola melaporkan ke polisi. Lantaran tak memenuhi syarat, laporan belum diterima.

Ibu panti, Idawati (40) menjelaskan, sebelum anak asuhnya diculik, dirinya dihubungi seseorang untuk memesan baju pengantin. Tak lama, kedua pelaku datang ke panti dengan modus ingin menyumbang playstation.

“Mungkin mereka tahu saya di luar jadi berani ke panti. Namanya masih
anak-anak, jadi nurut saja apa yang mereka mau,” ungkap Idawati, Selasa (7/11).

Setelah melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan di Polsek Sako Palembang dan kembali ke panti. Dari keterangan polisi, korban dijaminkan pelaku di salah satu toko elektronik. Pasalnya, pelaku yang masih dalam perburuan polisi kekurangan uang untuk membeli televisi.

“Kami belum jelas cerita pastinya, tapi dia (korban) dijaminkan pelaku, katanya buat beli TV,” kata dia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*