SARANG INFO

Informasi Berita Terupdate Hari Ini

Category: Sepak Bola

Pemain Ini Gantung Sepatu karena Tidak Cinta Sepak Bola

Bagi pesepak bola, urusan si kulit bundar tidak selalu menjadi nomor satu. Sejumlah pemain memiliki hobi atau bidang kesukaan lain yang membuat mereka harus mengambil pilihan. Pemain seperti itu biasanya tidak hanya bagus dalam satu bidang. Tidak jarang jenis pemain ini malah meninggalkan sepak bola untuk sesuatu yang ternyata lebih dia cintai.

Padahal, karier mereka di lapangan hijau tidak buruk. Alasan para pesepak bola itu gantung sepatu pun tergolong unik, dari mulai sudah tidak punya gairah lagi hingga punya kesibukan lain. Soal momen ketika mereka mengambil pensiun pun sesungguhnya belum di titik usia uzur. Pilihan menggeluti dan fokus pada bidang lain menjadi alasan para pemain ini memutuskan pensiun dari lapangan hijau.

Namun bukan hanya urusan hobi, masalah spiritual juga bisa memengaruhi pikiran pemain. Berikut 4 pemain yang sudah tak cinta sepak bola hingga memutuskan pensiun, seperti dilansir Footyjokes:

David Bentley

Tottenham-David-Bentley

Di awal karier profesionalnya, David Bentley menunjukkan potensi besar. Bahkan, Bentley pernah disebut-sebut sebagai The Next David Beckham, karena posisinya yang sama, yakni gelandang sayap kanan. Arsenal dan Tottenham Hotspur pernah dia bela. Namun, Bentley ternyata memiliki masalah di luar lapangan yakni kecanduan judi sehingga kariernya anjlok.

Dia memutuskan pensiun pada 2014 ketika usianya masih 29 tahun. Alasannya kala itu karena dia sudah tak bergairah bermain sepak bola. Namun, Bentley ternyata punya kemampuan bidang lain, yakni berbisnis restoran.

Royston Drenthe

Real-Madrid-Royston-Drenthe

Punya penampilan nyetrik membuat Royston Drenthe mudah dikenali. Drenthe semat dianggap salah satu talenta bagus yang dimiliki Belanda saat itu. Hal itu pula yang membuat Real Madrid merekrutnya. Sayang, karier Drenthe tak berkembang bersama Real Madrid dan beberapa klub seperti Everton dan Hercules, yang dia bela kemudian juga tidak mengubah fakta dia pemain biasa-biasa saja. Pada usia 29 tahun, Drenthe mengungkapkan fakta menarik tentang kehidupannya di luar sepak bola. Drenthe ternyata seorang rapper dan dia memilih melanjutkan kariernya di bidang musik ketimbang sepak bola.

Hidetoshi Nakata

AS-Roma-Hidetoshi-Nakata

Nama Hidetoshi Nakata menjadi perbincangan karena mampu menaklukkan Liga Italia. Sempat bergabung dengan Perugia, karier Nakata bersinar bersama AS Roma dengan meraih Scudetto pada 2000/2001. Selain langganan Timnas Jepang, Nakata juga sempat membela beberapa klub Italia seperti Parma, Bologna, dan Fiorentina. Dia juga sempat bermain untuk Bolton Wanderes pada 2006, sebelum akhirnya memilih gantung sepatu pada usia 29 tahun.

Alasannya pensiun karena dia ternyata lebih tertarik pada dunia modeling. Nakata memang menggeluti dunia fashion usai pensiun, bahkan ia jalani hingga sekarang.

Carlos Roa

Argentina-Carlos-Roa

Timnas Argentina pada Piala Dunia 1998 pernah punya kiper tangguh bernama Carlos Roa. Hebatnya, Roa punya keahlian bagus dalam adu penalti, yang membuatnya semakin dikenal luas. Akan tetapi, Roa dikenal sebagai sosok yang religius baik di luar maupun di dalam lapangan. Keputusannya pensiun pada usia 29 tahun juga tidak lain karena alasan agama.

Pada baru tahun sebelumnya dia bersinar di Piala Dunia 1998 bersama Timnas Argentina. Roa meyakini dunia akan segera kiamat sehingga memilih gantung sepatu dan fokus beribadah.

Mourinho Tak Akan Dipecat Dalam Waktu Dekat

Pada saat Mourinho  akan di pecat, Manchester United, dan Arsenal tetap berada di empat besar klasemen EPL, Chelsea justru terpaku jauh di papan bawah (16). Ini bukan situasi normal bagi Chelsea sejak dimiliki taipan Roman Abramovich pada Juni 2003.

Ironisnya, Chelsea adalah juara bertahan EPL. Dalam delapan laga musim ini, The Blues hanya menang dua kali, imbang dua kali, dan kalah empat kali. Saat menjuarai EPL musim lalu, Chelsea hanya kalah tiga kali.

Akibat Situasi Itu, Manajer Jose Mourinho Berada Dalam Tekanan. Bahkan pria Portugal ini meminta Chelsea tidak memecatnya.

“Jika klub memecat saya, mereka telah mendepak manajer terbaiknya. Pesannya sama; hasil buruk, manajernya salah. Pesannya selalu itu dalam satu dekade, bukan salah pemain ini tapi pemain lain,” kata Mourinho usai dikalahkan Southampton 1-3, Sabtu (3/10/2015).

Chelsea pun tampaknya selaras dengan pelatih berusia 52 itu. Lewat laman resmi, Chelsea mengatakan,

“Kami mendukung penuh. Jose (Mourinho) mengatakan, hasil di lapangan memang jelek dan tim harus meningkatkan permainan. Namun kami yakin, Jose adalah manajer yang tepat untuk mengubah keadaan. Skuat yang dia miliki juga mumpuni untuk itu.”

Mourinho sudah menyerah pada gelar juara. Namun tidak pada empat besar.

“Tiga bulan lalu kami membawa trofi (juara) di atas bus, jadi saya pikir ini saatnya kami tetap bersama di papan bawah. Nanti pada Desember, Januari, Februari, kami akan berada di empat besar. Tapi untuk menjadi juara tak mungkin.”

“Kami tertinggal 10 poin dari Manchester City. Dalam sepak bola tak ada yang mustahil, tapi ini bakal sulit. Mengincar empat besar tak pernah mudah,” kata manajer yang pernah juara di Inggris, Italia, Spanyol, dan Portugal ini dilansir AFP (h/t Yahoo Sports).

Dengan demikian satu masalah sudah jelas. Mourinho tak akan dipecat, setidaknya bukan dalam waktu dekat atau bukan saat musim berjalan.

Namun bisa juga hal itu terjadi, misalnya bila para pemain tak lagi mendukungnya. Ini pernah terjadi ketika Chelsea memecat Andre Villas Boas pada 2012 lalu.

Pensiunan manajer EPL, Harry Redknapp, kepada Sky Sports (h/t FourFourTwo) menyoroti itu.

“Lihat timnya, tak banyak berubah dibanding musim lalu. Tapi Mourinho mengubah susunan pemain, sistemnya, dan merotasi tanpa henti. Dia tak yakin pada tim terbaiknya lagi.

“Anda tahu kecantikan Chelsea, 11 pemain terbaiknya. Semua orang tahu itu, Anda bisa sebutkan. Tapi saya lihat sekarang, segalanya kelihatan salah.”

Analisis FC Yahoo menyebut, rerata pemain utama Chelsea sedang mengalami penurunan permainan. Barisan pertahanan bak sekumpulan pemain amatir — seperti ketika melawan Southampton.

Pemain terbaik pilihan PFA musim lalu, Eden Hazard, belum menyumbang satupun gol dalam 12 pertandingan Chelsea di seluruh kompetisi musim ini. Padahal musim lalu, pemain Belgia ini total mencetak 12 gol dan menyumbang 11 asissts.

Dengan segala catatan itu, tak heran Mourinho agak frustrasi. Dia menilai wasit “takut mengambil keputusan yang menguntungkan Chelsea” usai kalah dari Southampton.

Alhasil, FA menilai Mourinho telah melanggar peraturan dan terancam sanksi. Mourinho diberi waktu hingga Kamis (8/10) untuk membela diri sebelum FA mengeluarkan hukuman.

Pemain Timnas Indonesia Paling Bernilai Di Bursa Transfer 2018

Fakta menunjukkan kalau nilai jual Pemain pesepak bola melonjak begitu dirinya membela tim nasional negaranya. Jaminan kualitas membuat klub-klub berani membayar mereka dengan banderol mahal.

Hal tersebut tergambar di Indonesia. Rata-rata nilai kontrak pemain berlabel Timnas Indonesia lebih tinggi 20 hingga 50 persen dibanding pemain kebanyakan. Bahkan saat mereka tak lagi jadi pelanggan Tim Merah-Putih, kontrak yang didapatkan tetap lebih gemuk.

Siapa-Siapa Saja Pemain Tersebut Dan Berapa Harga Pasarannya

Evan Dimas
Bintang Timnas Indonesia, Evan Dimas, secara terang-terangan menyatakan tidak lagi membela klub jawara Liga 1 2017, Bhayangkara FC, pada musim depan. Begitu menyatakan bersiap pindah klub ia langsung jadi rebutan.

Septian David Maulana
Gelandang serang Timnas Indonesia U-23, Septian David Maulana, namanya meroket seusai SEA Games 2017. Tim Merah-Putih hanya menduduki posisi tiga besar di ajang multievent itu, namun sinar kebintangan gelandang serang belia asal Semarang tersebut tetap terlihat berkilau

Andik Vermansah
Nama Andik Vermansah jadi gulali rebutan klub-klub Tanah Air begitu dirinya mengumumkan kontraknya tak diperpanjang oleh Selangor FA.

Ia disebut-sebut bakal mudik ke Indonesia setelah merantau di Malaysia selama empat tahun.
Bali United dan Persebaya Surabaya disebut-sebut bakal jadi destinasi selanjutnya Andik Vermansah.
Rumor Andik bernegosiasi dengan Bali United sempat berhembus di pertengahan pekan lalu. Penyebabnya sepele, winger kelahiran 23 November 1991 sempat mampir ke Pulau Dewata pasca mengumumkan perpisahan dengan Selangor FA.

Febri Hariyadi
Penampilan cemerlang yang diperlihatkan Febri Hariyadi bersama Timnas Indonesia U-22 di perhelatan SEA Games 2017 mengatrol nilai jualnya.

Salah satu klub yang diramai diberitakan meminati gelandang sayap berusia 21 tahun itu adalah Selangor FA. Klub yang berlaga di liga tertinggi Malaysia itu sejak beberapa waktu terakhir memang sudah dikabarkan berhasrat merekrut pemain yang akrab disapa Bow itu.

Bayu Pradana
Alfred Riedl berjasa besar pada sosok Bayu Pradana. Reputasi sang gelandang jangkar terangkat begitu nakhoda asal Austria tersebut memanggilnya ke skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2016.

Selama ini tak ada yang mengenal nama Bayu, karena ia tidak pernah dipanggil membela Tim Merah-Putih.
Selepas Alfred lengser sebagai arsitek timnas, posisi Bayu di jajaran lini tengah Tim Garuda tak tergoyahkan. Luis Milla tetap memberdayakan tenaga pemain Mitra Kukar itu.

Perbedaan Utama Antara Lionel Messi Dan Cristiano Ronaldo

Pertanyaan semacam ini tentu akan berujung pada Perbedaan diantara penggemar sepak bola. Kecuali kalau kamu memang menjadi salah-satu fans dari kedua bintang pesepakbola dunia ini. Yang satu akan bersikukuh mengatakan, pemain asal Argentina yang terbaik. Yang satunya lagi tetap teguh pendirian, pemain asal Portugal yang paling keren.

PERBEDAAN ANATARA SKIL RONALDO DENGAN MESSI

Keduanya memang memiliki ciri khas atau ‘jurus’ tersendiri dalam menaklukan lapangan hijau. Lionel Messi terkenal begitu taktikal. Ia begitu berorientasi pada teknik bermain. Sementara Cristiano Ronaldo lebih mengandalkan kecepatan dan kadang dibumbui dengan ‘keindahan’ aksi.

berikut ini adalah beberapa perbedaan anatara ronaldo dengan messi

Dari Segi “Finishing”
Cristiano Ronaldo.
Finishing adalah skill yang begitu vital dalam sepakbola. Dan, Cristiano Ronaldo adalah finisher yang menakutkan. Ia bisa menaklukan 2 penghalang utama dalam finishing, yaitu sudut sempit dan jarak yang jauh. Power yang ia miliki jadi kelebihan tersendiri agar tembakannya berakhir di gawang lawan. Kalau dibandingkan, lesatannya lebih banyak yang tepat ketimbang meleset.

Lionel Messi

Jika rivalnya, CR mengandalkan kekuatan, maka Messi lebih memperhitungkan akurasi tembakannya. Ia selalu ‘rapi’ ketika mencetak gol. Setidaknya ada 2 jurus utama kenapa penempatan golnya mayoritas sempurna sekalipun dalam kondisi sulit, yaitu presisi dan teknik yang mengagumkan. Tak heran kalau dia memegang penghargaan Ballon d’Or sampai 4 kali. Hal ini tentu jadi aset berharga, sebab teknik bermain tak akan pupus meski usianya menua.

Dari Segi “Dribbling”

Cristiano Ronaldo

Namanya sempat masuk dalam salah-satu pemain dengan skill dribble terbaik di dunia. Khususnya ketika ia bermain untuk Sporting dan MU. Freestyle dribble-nya menjadi semacam mimpi buruk bagi para bek lawan. Namun sekarang, ia justeru jarang menampakkan kemampuan menggiringnya itu. Seperti dalam La Liga, skillnya ini bisa dikatakan tak lebih baik dari Gareth Bale. Nampaknya ia memang tak lagi terlalu mengandalkan aksi giring-menggiring dalam permainannya. Di musim ini saja, ia hanya melengkapi 1,5 dribble per game.

Lionel Messi

Lain lagi dengan Lionel Messi, yang menjadi salah-satu dribbler terbaik di dunia. Ketika pemain Argentina ini beraksi, penonton bisa dibuat bertanya-tanya; bagaimana caranya? Bola yang ia kendalikan seperti begitu ‘nurut’ dan lengket pada kakinya. Di musim ini, ia melakukan 4,6 dribble per game. Tak ayal ia pun masuk ranking 3 untuk kategori pemain dengan dribble paling sukses di dunia.

BACA JUGA :

Crystal Palace Menunjuk Roy Hodgson Setelah Memecat Frank De Boer

Roy Hodgson akan ditunjuk sebagai manajer Crystal Palace pada hari Senin untuk menggantikan Frank de Boer, yang telah dipecat 10 minggu setelah dia mengambil alih posisi Sam Allardyce di Selhurst Park.

Pemecatan De Boer terjadi setelah ia mengalami empat kekalahan dari empat pertandingan Premier League melawan Huddersfield, Liverpool, Swansea dan Burnley, di mana Istana gagal mencetak gol. Mereka adalah tim pertama dalam 93 tahun yang telah memulai musim penerbangan teratas dengan cara seperti itu.

Istana telah beralih ke Hodgson setelah gagal dalam upaya untuk meyakinkan Allardyce untuk kembali. Hodgson telah kehilangan pekerjaan sejak dia keluar dari pekerjaan di Inggris setelah kekalahan memalukan oleh Islandia di Euro 2016. Dia sangat tertarik dengan gagasan untuk kembali ke Istana, di mana dia adalah pemain tim muda.

KEDATANGAN ROY HODGSON AKAN MEMBANTU MASA DEPAN CRYSTAL PALACE

Pekerjaan Hodgson yang paling baru di Liga Primer adalah dengan West Bromwich Albion, yang ia kendalikan dari degradasi dengan hasil yang mengesankan setelah mengambil alih posisi Roberto Di Matteo pada bulan Februari 2011. Dia membimbing klub ke posisi 10 musim berikutnya sebelum berangkat untuk membawa Inggris pos.

Mantan bos Hodgson’s Ray Ray Lewington berada di staf pelatih Palace selama tiga tahun pada pertengahan 1990-an dan mungkin akan menemani anak berusia 70 tahun itu.

Pemerintahan De Boer adalah yang terpendek di papan atas selama era Premier League. Les Reed memiliki tujuh pertandingan yang bertanggung jawab atas Charlton di tahun 2006.

Istana mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Crystal Palace Football Club mengadakan pesta pagi ini dengan Frank de Boer. Kami mengucapkan terima kasih kepada Frank atas dedikasinya dan kerja kerasnya selama berada di klub. Seorang manajer baru akan ditunjuk pada waktunya dan kami berharap Frank mendapatkan keberuntungan terbaik untuk masa depan di klub lainnya. kami sangat bersukur karena dia pernah mampir di tim kami untuk membantu kami melawan tim-tim yang sangat kuat di papan atas. Terima kasih kawan. ” seperti yang di lansir oleh Detiksport

BACA JUGA :

SARANG INFO © 2018 Frontier Theme