SARANG INFO

Informasi Berita Terupdate Hari Ini

Category: Sport

Perbedaan Utama Antara Lionel Messi Dan Cristiano Ronaldo

Pertanyaan semacam ini tentu akan berujung pada Perbedaan diantara penggemar sepak bola. Kecuali kalau kamu memang menjadi salah-satu fans dari kedua bintang pesepakbola dunia ini. Yang satu akan bersikukuh mengatakan, pemain asal Argentina yang terbaik. Yang satunya lagi tetap teguh pendirian, pemain asal Portugal yang paling keren.

PERBEDAAN ANATARA SKIL RONALDO DENGAN MESSI

Keduanya memang memiliki ciri khas atau ‘jurus’ tersendiri dalam menaklukan lapangan hijau. Lionel Messi terkenal begitu taktikal. Ia begitu berorientasi pada teknik bermain. Sementara Cristiano Ronaldo lebih mengandalkan kecepatan dan kadang dibumbui dengan ‘keindahan’ aksi.

berikut ini adalah beberapa perbedaan anatara ronaldo dengan messi

Dari Segi “Finishing”
Cristiano Ronaldo.
Finishing adalah skill yang begitu vital dalam sepakbola. Dan, Cristiano Ronaldo adalah finisher yang menakutkan. Ia bisa menaklukan 2 penghalang utama dalam finishing, yaitu sudut sempit dan jarak yang jauh. Power yang ia miliki jadi kelebihan tersendiri agar tembakannya berakhir di gawang lawan. Kalau dibandingkan, lesatannya lebih banyak yang tepat ketimbang meleset.

Lionel Messi

Jika rivalnya, CR mengandalkan kekuatan, maka Messi lebih memperhitungkan akurasi tembakannya. Ia selalu ‘rapi’ ketika mencetak gol. Setidaknya ada 2 jurus utama kenapa penempatan golnya mayoritas sempurna sekalipun dalam kondisi sulit, yaitu presisi dan teknik yang mengagumkan. Tak heran kalau dia memegang penghargaan Ballon d’Or sampai 4 kali. Hal ini tentu jadi aset berharga, sebab teknik bermain tak akan pupus meski usianya menua.

Dari Segi “Dribbling”

Cristiano Ronaldo

Namanya sempat masuk dalam salah-satu pemain dengan skill dribble terbaik di dunia. Khususnya ketika ia bermain untuk Sporting dan MU. Freestyle dribble-nya menjadi semacam mimpi buruk bagi para bek lawan. Namun sekarang, ia justeru jarang menampakkan kemampuan menggiringnya itu. Seperti dalam La Liga, skillnya ini bisa dikatakan tak lebih baik dari Gareth Bale. Nampaknya ia memang tak lagi terlalu mengandalkan aksi giring-menggiring dalam permainannya. Di musim ini saja, ia hanya melengkapi 1,5 dribble per game.

Lionel Messi

Lain lagi dengan Lionel Messi, yang menjadi salah-satu dribbler terbaik di dunia. Ketika pemain Argentina ini beraksi, penonton bisa dibuat bertanya-tanya; bagaimana caranya? Bola yang ia kendalikan seperti begitu ‘nurut’ dan lengket pada kakinya. Di musim ini, ia melakukan 4,6 dribble per game. Tak ayal ia pun masuk ranking 3 untuk kategori pemain dengan dribble paling sukses di dunia.

BACA JUGA :

Alfira Deanika Berhasil Mengalahkan Rensy Helena Tanjung

Pebulu tangkis dari klub bulu tangkis Jayaraya Satria Sleman, Alfira Deanika, berhasil mengalahkan unggulan pertama Rensy Helena Tanjung dari klub Victory Bogor. Kemudian menjadi juara di kategori tunggal putri kelompok usia U-11 Sirnas-Milo Badminton Competition Pekanbaru dengan straight game 21-13, 21-16.

Alfira Deanika mengungkapkan, bagaimana keberhasilan ini merupakan hasil dari latihan intensif yang dijalankannya selama sebulan terakhir, Meskipun sempat tegang, karena harus berhadapan dengan unggulan pertama, kami berusaha tetap Fokus terhadap pertandingan. Berbekal dengan latihan fisik, latihan pukulan dan kelincahan, kami sangat senang dapat membanggakan pelatih dan orang tua yang selama ini senantiasa memberikan dukungan kepada kami.

Berhasil Mengalahkan Unggulan Pertama

Sementara itu, sang pelatih Dian Agung Pambudi mengatakan, “Meskipun Alfira memiliki postur tubuh yang lebih kecil dibandingkan Rensy. Namun Alfira Deanika bermain dengan sangat lincah dan percaya diri untuk menyerang sejak awal pertandingan. Semoga kemenangan ini semakin memotivasi Alfira Deanika untuk terus semangat berlatih agar dapat mencapai cita-citanya untuk menjadi pebulu tangkis yang profesional.

Pada kategori lain yaitu pertandingan tunggal putra kelompok usia U-13, Bodhi Ratana Teja Gotama dari klub Exist Jakarta berhasil menghentikan langkah Prahdiska Bagas Shujiwo dari CWIBC Tangsel dan meraih gelar juara.

Kelincahan dan keuletan Prahdiska di lapangan cukup menyulitkan kami pada pertandingan hari ini. Meskipun kami sempat kalah di babak kedua. Namun dengan strategi yang kami punya, kemudian menyerang dan akhirnya kami bisa memenangkan pertandingan,” ungkap Bodhi yang berhasil mengalahkan Prahdiska dengan rubber game 21-7, 19-21, 21-9.

Sports Marketing Manager Nestlé MILO Donny Wahyudi dalam keterangannya, mengatakan ”Selamat kepada para pemenang Sirnas – Milo Badminton Competition Pekanbaru. Bagi yang belum berhasil jangan berkecil hati dan kalian sesungguhnya adalah juara sejati yang telah belajar dari nilai-nilai kehidupan seperti pantang menyerah, sportivitas, percaya diri dan kerja sama tim.

Selain pertandingan babak final, SIRNAS-MILO Badminton Competition Pekanbaru juga menghadirkan coaching clinic bersama Candra Wijaya yang berbagi teknik dasar bermain bulu tangkis, seperti teknik pukulan dropshot, smash, backhand, netting, latihan kelincahan dan penguasaan lapangan. Kepada lebih dari 100 anak pada usia Sekolah Dasar di Gelanggang Remaja Pekanbaru.

Indriyani Putri adalah salah satu peserta coaching clinic, yang mengungkapkan kegembiraannya bisa berlatih bersama idolanya yaitu Candra Wijaya.

Hari ini kami mendapatkan ilmu tentang teknik pukulan yang baik dan benar, serta bisa belajar tentang teknik backhand yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Latihan ini akan kami jadikan sebagai bekal dan motivasi untuk terus berlatih agar bisa mencapai cita-cita kami yang akan menjadi pemain bulu tangkis terkenal.

SIRNAS-MILO Badminton Competition Pekanbaru juga menghadirkan Kelas Nutrisi yang diikuti lebih dari 150 ibu yang mengambil tema Gizi Seimbang. Bagi Anak Aktif Berprestasi bersama legenda bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 Ricky Soebadja dan Ahli Gizi Ratih Tri Amelia, S.Gz.

Siti Nuroni adalah salah satu peserta Kelas Nutrisi mengungkapkan jika “Anak kami memiliki aktivitas yang sangat padat setiap harinya. Kemudian selain sekolah, dia juga mengikuti ekstrakurikuler serta latihan badminton dua kali seminggu. Lewat Kelas Nutrisi hari ini, kami jadi semakin memahami akan pentingnya mengatur variasi menu yang bernutrisi untuk anak kami dan untuk bekalnya dalam melakukan segudang aktivitas.

Selain kompetisi, SIRNAS-MILO Badminton Competition juga menghadirkan program pelatihan bulu tangkis bagi publik pada 4 November di GOR Angkasa Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 30 guru olahraga di kota Pekanbaru dan lebih dari 150 siswa Sekolah Dasar mengikuti dan bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan guru dan siswa akan teknik dasar bulu tangkis yang tepat, meliputi latihan pengenalan bulu tangkis, latihan keseimbangan dan latihan pukulan ini adalah teknik dasarnya untuk yang baru mengenal dengan bulu tangkis.

BACA JUGA :

Otillo, Salah Satu Rumah Olahraga Ketahanan Tercepat Di Dunia

Dari langit, kepulauan Stockholm terlihat jinak untuk olahraga Otillo. Lebih dari 30.000 pulau tersebar di garis pantai Swedia di Laut Baltik. Di musim panas, mereka adalah pulau cinta, penuh dengan turis. Hari ini, awal September dan cuacanya sedikit kasar: angin, membengkak dan hujan deras.

Saya berada di sebuah kapal pengaman, mengikuti kemajuan salah satu balapan petualangan terberat di dunia, Otillo (“ö sampai ö”, atau pulau ke pulau), di mana peserta berlomba sebagai tim dua harus berlari dan berenang melintasi 26 pulau-pulau, dari Sandhamn ke Utö. Sebanyak 75 km, jika Anda berhasil menavigasi arus dan bebatuan secara lurus.

Mereka menyebutnya pelari. Perlombaan yang bergantian beberapa kali antara berenang dan berlari. Anda tidak bisa berhenti dan mengganti peralatan selama balapan, yang berarti berjalan di wetsuit Anda – biasanya dipotong di atas lutut – dan berenang dengan sepatumu. Mungkin terdengar aneh, tapi kesempatan untuk berpacu melintasi lanskap kasar dan sering liar dengan mudah membuat ketidaknyamanan ini.

Enam tahun yang lalu olahraga itu bahkan tidak ada. Hanya ada ras Ötilleber, ditemukan oleh sekelompok orang Swedia di Utö yang mencari tantangan. Tapi saat kabar acara tahunan menyebar, ia menjemput peniru dan, melalui salah satu pesaing awal Erika Rosenbaum, namanya swimrun.

PENDIRI OTILLO TELAH MEMILIH TEMPAT YANG SANGAT TEPAT UNTUK OLAHRAGA PERTAHANAN DI LAUT BALTIK

Sekarang ini adalah salah satu olahraga ketahanan tercepat di dunia, dengan lebih dari 100 acara di Eropa saja. Tim terbaik dunia masih kembali ke ÖtillÖ setiap tahun, baik melalui babak kualifikasi atau pemungutan suara yang beruntung, untuk apa yang diklasifikasikan sebagai kejuaraan dunia lari.

Saya telah mencoba versi singkat kursus dua hari sebelum balapan dengan salah satu pendiri Otillo, Jesper Andersson. Balapan tersebut berawal dari tantangan antara Andersson, saudara laki-lakinya dan dua temannya lainnya, berlomba berpasangan, saling mengalahkan untuk mencapai pulau Sandhamn. Semangat persahabatan dan kerja tim, serta keamanan, adalah alasan mengapa sebagian besar acara swimrun berlanjut sebagai balapan khusus tim.

Taktik lain yang kebanyakan tim gunakan adalah menjaga jarak antara satu sama lain. Berdasarkan peraturan ras, pesaing tidak boleh lebih dari 10 meter terpisah setiap saat. Untuk berenang, terutama pada hari di laut kasar, ini masuk akal karena tali elastis mencegah Anda terseret dan juga memungkinkan seseorang untuk merancang yang lain, menghemat energi.

Tapi berada di sepasang tidak menghentikan hal-hal yang tidak beres. Sebagian besar waktu kita menyaksikan balapan dihabiskan untuk mengejar pesaing yang berenang ke arah yang salah. Masalahnya bagi banyak orang adalah apa yang disebut ‘berenang babi’. Hamparan laut lepas yang panjang dari pulau Mörtöklobb ke Kvinnholmen yang terkenal karena kesulitannya. Dengan angin 20 knot, tim yang tak terhitung dilemparkan off-course oleh ombak dan arus. Mereka tampak terkejut dan bingung saat Andersson meneriaki mereka dari kapal pengaman.

Cuaca yang keras tidak mengasyikkan sejak fajar sampai senja. Kami hanya bisa melihat simpati saat tim yang datang dari berenang kemudian melepaskan diri mereka di atas batu. Lelah dari usaha mereka di laut, mereka bertujuan untuk singkapan batu pertama. Itu adalah harapan palsu. Mereka menghadapi kesulitan membuang-buang waktu melintasi pantai, atau melompat kembali ke laut dan mencoba menembus gelombang menuju titik keluar yang lebih dekat ke daratan.

“Ini adalah atlet yang baik, tapi mereka mendapat tekanan karena hal-hal tidak berjalan sesuai rencana. Itulah tantangan dari olahraga ini, “kata Andersson,” Ini bukan hanya tentang seberapa cepat Anda bisa berlari atau berenang, tapi bagaimana Anda menangani elemen dan manuver masuk dan keluar dari air. ”

BACA JUGA :

 

Memenangi Balapan Sebagai Raja San Marino

Memenangi Balapan MotoGP 2017 berlanjut di Sirkuit Misano, San Marino dan Para pembalap beradu kecepatan demi menjadi pemenang pada balapan yang berlangsung pada hari minggu 10/9/2017.

Sayangnya Valentino Rossi tidak bisa tampil di MotoGP San Marino kali ini, Rossi terpaksa absen karena mengalami cedera patah pada kaki dan saat sedang latihan motocross dan Pria Italia itu harus naik meja operasi. Selain MotoGP San Marino, Rossi juga masih diragukan bisa turun di seri berikutnya di Aragon.

Meski tanpa Rossi, MotoGP San Marino diyakini bakal berlangsung seru dan panas, kemudian Andrea Dovizioso, Marc Marquez, Maverick Vinales hingga Dani Pedrosa akan mati-matian untuk memenangi balapan kali ini, guna memperbesar peluang menjadi juara dunia.

Namun, jangan lupakan juga kalau Jorge Lorenzo, Meski tidak impresif pada musim ini, X-Fuera punya catatan bagus di San Marino. Dia salah satu pembalap yang mendominasi balapan MotoGP San Marino. Selain Lorenzo, ada beberapa pembalap yang juga layak dibilang sebagai Raja San Marino. Siapa saja?

3 Pembalap Yang Memenangi MotoGP San Marino

Berikut ini tiga pembalap yang kerap memenangi balapan MotoGP San Marino:

1. Jorge Lorenzo

Lorenzo bisa dibilang merupakan pembalap tersukses pada ajang MotoGP San Marino. Pria asal Spanyol itu sudah tiga kali menjadi juara di kelas para raja dan yang lebih hebat, Lorenzo mencetak hattrick 2011, 2012, 2013.

Tidak hanya berjaya pada ajang MotoGP, Lorenzo juga pernah satu kali menjadi juara di Sirkuit Misano tepatnya di tahun 2007 sewaktu masih bermain di kelas 250 cc. Lorenzo seharusnya bisa meraih kemenangan di San Marino lebih banyak lagi. Dia tiga kali dipecundangi Valentino Rossi sehingga harus puas jadi runner-up saja pada tahun 2008, 2009 dan 2014.

2. Valentino Rossi

Valentino Rossi sangat sering menang di San Marino dan Sudah tiga kali penggemar Inter Milan itu berada di podium pertama MotoGP San Marino. Pemilik nomor 46 ini pertama kalinya menang di Misano pada tahun 2008 setelah mengungguli Jorge Lorenzo. Setahun kemudian, Rossi kembali mengasapi Lorenzo guna menjadi yang terbaik di MotoGP San Marino.

Sayangnya, setelah menang pada tahun 2009, Rossi harus puasa selama 5 tahun. Dia baru bisa menang lagi di Misano pada tahun 2014.

3. Marc Marquez

Marc Marquez juga cukup sering menang di Misano dan kemudian Total pria asal Spanyol ini menjadi yang terbaik sebanyak 5 kali, Namun Marquez baru satu kali ini menang di Misano pada kelas MotoGP. Kakak dari Alex menjuarai MotoGP San Marino pada tahun 2015. Pada saat itu, Marquez mengungguli Bradley Smith dan Scott Redding.

Marquez dua kali berturut-turut menjuarai MotoGP di Misano pada tahun 2011 dan 2012. Setahun sebelumnya saat masih di kelas 125cc, Marquez juga pernah berjaya di Misano.

BACA JUGA :

Marc Marquez Sudah Nyaman Dengan Motornya Di San Marino

 

SARANG INFO © 2018 Frontier Theme